Senin, 21 Februari 2011

Contoh Proposal PTS (Penelitian Tindakan Sekolah)


A.    Judul
Penerapan Model Kelompok Aplikasi untuk Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran di SD Negeri 3Ciawigebang
B.     Bidang Kajian
Bidang kajian yang akan diangkat pada Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah Model Kelompok Aplikasi

C.    Latar Belakang Masalah (Pendahuluan)
Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orangtua dalam  memberikan  pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabila komponen dari sistem sekolah tidak berjalan dengan baik, karena kelemahan dari salah satu komponen yang lain akan berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan berpengaruh pada jalannya sistem itu sendiri . salah satu dari bagian komponen sekolah adalah Guru.
Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum, menguasai materi, menguasai metode dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif, inovatif dan menyenangkan. Ada dua hal yang menyebabkan siswa tidak menikmati (enjoy) untuk belajar, yaitu kebanyakan siswa tidak siap terlebih dahulu dengan (minimal)  membaca bahan yang akan dipelajari, siswa datang tanpa bekal pengetahuan seperti membawa wadah kosong. Lebih parah lagi, siswa tidak menyadari tujuan belajar yang sebenarnya, tidak mengetahui manfaat belajar bagi masa depannya nanti.
Berdasarkan pengamatan penulis di SD Negeri 3 Ciawigebang terdapat beberapa kendala pada pembelajaran selama ini antara lain:

1.      Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep.
2.      Siswa kurang aktif/ siswa pasif dalam proses pembelajaran.
3.      Siswa belum terbiasa untuk bekerjasama dengan temannya dalam belajar.
4.      Guru kurang mampu  mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
5.      Hasil nilai ulangan/ hasil belajar siswa pada pembelajaran rendah.
6.      KKM tidak tercapai.
7.      Pembelajaran tidak menyenangkan.
8.      Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran.

Sebagai pendidik, penulis melihat pembelajaran menjadi kurang efektif  karena hanya cenderung mengedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek pembentukan karakter. Hal ini tentu menjadi suatu hambatan bagi guru. Namun penulis ingin mengubah hambatan tersebut menjadi sebuah kekuatan dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Untuk menjawab  hal itu, penulis mencoba memberikan solusi kepada guru-guru untuk menerapkan Model Pembelajaran Aplikasi dengan menyusun berbagai perangkat pembelajaran yang dibutuhkan seperti : RPP, alat peraga, teknik pengumpulan data dan instrumen yang dibutuhkan untuk membantu guru dalam mengelola kelas dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan.

D.    Rumusan Masalah
Berdasarkan  latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Apakah Penerapan Model Kelompok Aplikasi dapat Meningkatkan Kemampuan Guru di SD Negeri 3 Ciawigebang?
2.      Sejauh manakah Penerapan Model Kelompok Aplikasi Meningkatkan Kemampuan Guru di SD Negeri 3 Ciawigebang?

E.     Cara Pemecahan Masalah
Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan dengan menerapkan Model Kelompok Aplikasi pada bidang studi Matematika, IPA, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.




F.     Tujuan Penelitian
Sesuai dengan yang telah dirumuskan, maka penelitian ini bertujuan untuk:
1.      Untuk mengetahui apakah Penerapan Model Kelompok Aplikasi dapat meningkatkan pembelajaran siswa di SD Negeri 3 Ciawigebang.
2.      Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi guru dalam Penerapan Model Kelompok Aplikasi pada pembelajaran di kelas.

G.    Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah yang dilakukan dalam proses penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Setiap guru menuliskan permasalahan fokus terhadap proses pembelajaran di kelas.
2.      Memberikan wawasan dan pemahaman tentang kualitas pembelajaran.
3.      Diskusi dengan teman sejawat dalam menyusun/ mengembangkan desain disetiap mata pelajaran dengan menerapkan Model Kelompok Aplikasi untuk meningkatkan kemampuan guru.
4.      Pelaksanaan presentasi dengan observer atau tindakan oleh teman sejawat dan Pengawas Sekolah.
5.      Refleksi melalui diskusi Penerapan Model Kelompok Apikasi dengan teman sejawat dan Pengawas Sekolah.




H.    Manfaat Penelitian
a.       Siswa
1.      Memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik.
2.      Meningkatkan aktifitas siswa di dalam belajar.
3.      Meningkatkan penguasaan konsep.
4.      Menumbuhkan keberanian mengemukakan pendapat dalam kelompok/ membiasakan bekerjasama dengan teman.
b.      Guru
1.      Memiliki konsep pembelajaran pada setiap mata pelajaran.
2.      Dapat mendesain melalui penerapan model kelompok aplikasi.
3.      Kompetensi guru-guru meningkat sehingga proses pembelajaran berkualitaas.
4.      Termotivasi untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran.
5.      Terjalin kerjasama yang solid antara teman sejawat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
c.       Sekolah
1.      Meningkatkan prestasi sekolah dalam bidan akademis.
2.      Meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan profesionalisme guru.
3.      Sebagai sumbangan penting dan memperluas wawasan dan pengetahuan kepada guru-guru dimana penerapan Model Kelompok Aplikasi merupakan salah satu alternative model pembelajaran yang efektif dan efisien.
4.      Memberikan sumbangan penting dan memperluas manajemen yang menyangkut kinerja guru.

I.       Kajian Teori
Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) merupakan penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki kualitas kinerja guru melalui kompetensi dan motivasi kerja scara professional. Proses penelitian ini berfokus pada masalah Penerapan Model Kelompok Aplikasi dalam proses pembelajaran. Model ini menyangkut bagaimana guru merencanakan dan melaksanakan model tersebut di kelas.
Situmorang dalam Suparman (1977: 111) menjelaskan bahwa : “Model Kelompok Aplikasi adalah model pembelajaran dengan menerapkan situasi nyata. Prinsip model belajar ini adalah belajar akan bermakna bagi siswa apabila siswa mengalami dalam kehidupan nyata”. Tujuan penerapan Model Kelompok Aplikasi ini adalah agar siswa dapat menerapkan suatu konsep dalam kehidupan nyata. Menerapkan suatu konsep dalam kehidupan nyata yang telah dialami dan dirasakan oleh siswa akan menimbukan kesan yang sangat mendalam.
Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib dilakukan dan diberikan seorang guru kepada anak didik. Karena ia merupakan kunci sukses untuk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, Negara dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka penerapan metode yang efektif dan efisien dalam pendidikan yang berkarakter adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenagkan dan tidak membosankan.

J.      Rencana dan Prosedur Penelitian
1.      Rencana Penelitian
a.       Setting dan Subjek Penelitian
Sekolah yang dijadikan tempat penelitian adalah SD Negeri 3 Ciawigebang Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan, dengan subjek penelitian 190 siswa serta 9 orang guru.
Penelitian ini dilaksanakan pada tahu ajaran 2010-2011, yang bersifat kolaboratif dengan Kepala Sekolah lain.
Pelaku tindakan adalah guru-guru dan observer adalah Kepala Sekolah (peneliti) dan Kepala Sekolah yang ditunjuk serta Pengawas.
b.      Faktor yand diamati
Untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan dalam penelitian ada beberapa factor yang kan diteliti, yaitu:
1.      Faktor hasil kegiatan berupa nilai siswa.
2.      Faktor guru, mengamati aktifitas guru-guru selama melaksanakan penerapan model kelompok aplikasi yaitu bagaimana guru membuat scenario pembelajaran dan menentukan topic yang sulit bagi anak tetapi menarik pada saat disajikan di kelas.
3.      Faktor siswa, bagaimana respon siswa pada saat melaksanakan pembelajaran.
c.       Alat Pengumpulan Data
1.      Lembar observasi, digunakan untuk mencatat aktivitas yang berkaitan dengan kompetensi dan motivasi kerja guru.
2.      Lembar analisis hasil kegiatan guru di sekolah.
d.      Teknik Pengumpulan Data
1.      Kualitatif, pengamatan kompetensi dan motivasi kerja guru.
2.      Kuantitatif, analisis hasil kegiatan guru di sekolah.
No
Sumber Data
Jenis Data
Teknik Pengumpulan Data
Instrumen
Waktu
1
Guru
Permasalahan Pembelajaran
Observasi
Lembar isian sesuai dengan proses pembelajaran

2
Guru
Aktivitas Guru
Observasi
Format observasi aktivitas guru

3
Administrasi Perencanaan Pembelajaran Guru
Silabus, RPP, KKM
Analisis
Format Analisis

4
Guru
Presentasi Model Kelompok Aplikasi
Observasi
Format observasi aktivitas guru

5
Guru
Aktivitas
Observasi
Format observasi aktivitas guru

6
Guru
Aspek Apektif Guru
Observasi
Format observasi aktivitas guru


e.       Teknik Pengolahan Data
Data yang diperoleh dianalisis dengan merujuk pada teknik analisis yaitu interpretasi hasil observasi, hasil kegiatan belajar mengajar.
Rentang Nilai
Kualifikasi
80 %
Sangat baik
60 – 79,9 %
Baik
40 – 59,9 %
Cukup
20 – 39,9 %
Kurang
20 %
Sangat kurang

2.      Prosedur Penelitian
Langkah awal adalah observasi untuk mencari sumber permasalahan yang terjadi di lapangan, kemudian mengidentifikasi masalah yang selanjutnya dirumuskan menjadi permasalahan penelitian yang spesifik. Setelah itu selanjutnya adalah tahap Penelitian Tindakan Sekolah yaitu:
a.       Kegiatan awal
Pengumpulan data, untuk mengumpulkan data permasalahn melalui observasi dan wawancara perencanaan pembelajaran guru, jumlah guru, sarana prasarana sekolah dan permasalahan guru dalam proses belajar mengajar.
b.      Siklus pertama
1.      Perencanaan
-          Merumuskan tindakan untuk mengetahui masalah
-          Membuat model kelompok aplikasi dengan instrument penelitian
2.      Memberikan wawasan dan pemahaman kualitas kinerja guru
3.      Menerapkan model kegiatan pembelajaran
-          Mengobservasi aktifitas guru selama kegiatan
-          Presentasi silabus pembelajaran oleh guru
-          Malakukan refleksi atas tindakan yang dilaksanakan di siklus pertama
4.      Melakukan refleksi atas tindakan yang telah dilaksanakan di siklus pertama.
c.       Siklus kedua
1.      Perencanaan
-          Mengidentifikasi permasalahan dan belum terpecahkan di siklus pertama
-          Merumuskan tindakan untuk mengatasi masalah
-          Menentukan tindakan berikutnya
2.      Pelaksanaan tindakan dan observasi
Melaksanakan Model Kelompok Aplikasi untuk mengambil data yang diperlukan.
-          Mengobservasi aktivitas guru selama proses belajar mengajar dan implementasi model kelompok aplikasi secar efektif
-          Pengamatan/ pengumpulan data selama guru melaksanakan presentasi pembelajaran
-          Pengamatan selama guru melaksanakan presentasi model kelompok apikasi
-          Melakukan refleksi atas tindakan yang telah dilaksanakn di siklus kedua
-          Menelaah/ menganalisis semua data yang telah terkumpul
-          Pengkategorian dan pengklasifikasian data
-          Menyimpulkan hasil temuan
3.      Refleksi dari semua tindakan yang telah dilakukan.




K.    Jadwal Kegiatan
NO.
JADWAL PENELITIAN
September s/d Pebruari
Minggu Ke …
1
Identifikasi, Analisis dan Rencana Pemecahan Masalah Penelitian
1
2
3
4
1
2
3
4
2
Penyusunan Proposal Penelitian








3
Penyusunan Instrumen Penelitian








4
Pelaksanaan Siklus I
a.       Tahap Perencanaan
-     Merumuskan tindakan mengatasi masalah
-     Membuat model kelompok aplikasi
-     Membuat instrument penelitian
b.      Mengidentifikasi pembelajaran
c.       Menganalisis SK SD, keterpaduan disiplin ilmu dalam pembelajaran
d.      Memilih tema atau topik
e.       Merumuskan indikator
f.       Membuat instrument
g.      Penyusunan silabus
h.      Presentasi silabus
i.        Refleksi
j.        Analisis hasil penyusunan silabus








5
Pelaksanaan Siklus II
a.       Perencanaan:
-       Refleksi menganalisis hasil siklus I
b.      Pelaksanaan kegiatan
-       Mengkaji silabus untuk untuk menyusun pembelajaran model kelompok aplikasi
c.       Menyusun model pembelajaran kelompok aplikasi
d.      Presentasi model pembelajaran kelompok aplikasi
e.       Analisis hasil evaluasi model pembelajaran kelompok aplikasi
f.       Pengamatan pengumpulan data
g.      Refleksi semua siklus
h.      Analisis data
i.        Penyusunan laporan












L.     Rencana Anggaran Penelitian
NO
URAIAN
SATUAN
(Rp.)
JUMLAH
(Rp.)
1
3 Rim HVS 60 gr
40.000
120.000
2
1 Tube Tinta Catridge
60.000
60.000
3
Photocopy

50.000
4
Buku Sumber

100.000
5
Photo Dokumen

200.000
6
Pengolahan Data

200.000
7
(CD + Rental Komputer) Pengetikan 60 Lembar
2.000
150.000
8
Pelaporan Jilid Rangkap 5
30.000
150.000
9
Bimbingan dan Pendampingan

1.000.000
10
Transport dan Konsumsi Pertemuan

500.000
JUMLAH
2.530.000




DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi Abu, 1997, StrategiBelajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia
Depdiknas, 2003, Undang-Undang No. 02 Tahun 2003, BP, Panca Usaha, Jakarta.
Darma, A, 1989, Manajemen Prestasi Kerja, Rajawali, Jakarta.
Dimyati dan Mudjiono, 1992, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Proyek Pembinaan dan Peningkatan Pendidikan TK dan SD
Hamalim Oemar, 2005, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara
I.G.A.K. Wardani, dkk, 2003, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Universitas Terbuka
Jurnal Pendidikan Dasar, 2004, Universitas Pendidikan Indonesia
Mudjito, 1998, Manajemen Sekolah Dasar, Bandung: Remaja Rosda Karya
Supriatna Nana, 2004, Pengetahuan Sosial Kenali Lingkungan Sosialmu,
Bandung: Cipta Praya
Sardiman, AM, 1996, Interaksi dan Motivasi Belajar, Rajawali Pres, Jakarta
Suparman Atwin, 1997, Model-Model Pembelajaran Interaktif, Jakarta, STIA
Surakhmad W, 1985,  Pengantar Penelitian Ilmiah, Dasar Metoda dan Teknik
Transito, Bandung
Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar